Peran Negara dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam

oleh: Dwi Condro Triono

Pendahuluan

Tanggal 24 Mei 2008 kemarin, rakyat Indonesia telah diberi “hadiah” oleh pemerintah Indonesia berupa kenaikan BBM sebesar 30%. Di tengah penderitaan dan beban hidup yang sudah sangat berat, rakyat Indonesia harus mendapatkan tambahan beban yang semakin berat lagi. Jika keadaan ini terus-menerus berlangsung di negeri ini, bukan tidak mungkin tahun 2020 kelak, negara Indonesia benar-benar akan terbebas dari kemiskinan. Artinya, di negeri ini benar-benar sudah tidak ada penduduk yang miskin lagi. Mengapa? Sebab, penduduk miskin di Indonesia benar-benar sudah meninggal semuanya!

Ini semua tentu saja adalah sebuah ironisme! Mengapa? Indonesia adalah negara produsen minyak. Indonesia memiliki banyak sumur minyak dengan kandungan minyak mentahnya yang sangat besar. Oleh karena itu, seharusnya dengan kenaikan harga minyak dunia yang sudah melangit ini, negara Indonesia dapat menjadi negara yang kaya raya. Setiap hari rakyat Indonesia bisa kebanjiran dolar. Namun, mengapa yang terjadi adalah sebaliknya? Sekali lagi, sungguh ironis!

Fenomena di atas tentu saja merupakan sebagian kecil ironisme yang terjadi di Indonesia. Masih banyak ironisme lain yang terjadi di Indonesia. Di negeri yang memiliki julukan “zamrud di katulistiwa” ini, rakyatnya harus banyak yang mati kelaparan. Kekayaan alam yang dimiliki Indonesia tidak hanya berupa minyak bumi. Negeri kita telah dikaruniai oleh Allah SWT dengan limpahan tambang dan mineral, beragam sumber energi, berjuta sumber kekayaan hayati, ditambah lagi dengan pesona alamnya yang sangat elok. Indonesia sangat layak untuk disebut sebagai “surga” katulistiwa, yang ribuan pulaunya membentang dari Sabang sampai Merauke. Sekali lagi, mengapa rakyatnya harus hidup seperti ditengah-tengah kobaran api “neraka”?

Makalah ini akan berupaya untuk mengungkap fenomena ini, terutama dalam sorotannya terhadap pengelolaan sumber daya alam (SDA) yang ada di Indonesia. Tulisan ini akan berangkat dengan sedikit analisis dengan pendekatan teori mikro dan makro ekonomi terhadap fenomena SDA. Dari pendekatan analisis ini, diharapkan kita dapat memahami bagaimana dampak yang akan diakibatkan jika pengelolaan SDA ini salah alamat. Pada bagian berikutnya, makalah ini akan berupaya untuk menunjukkan bagaimana pengelolaan SDA yang benar. Dengan pengelolaan SDA yang benar, diharapkan benar-benar akan memberikan keadilan dan kesejahteraan secara nyata bagi segenap rakyat Indonesia. Bukan hanya basa-basi. (more…)

Kegoncangan Pasar Global dan Urgensi Khilafah

Oleh: Hidayatullah Muttaqin

“Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang terombang-ambing kemasukan setan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. … “ (T.Q.S. al-Baqarah ayat 275).

A. Pengantar

Bursa saham dunia kembali mengalami keanjlokan (crash) luar biasa. Pada perdagangan Rabu (18/6/2008) indeks bursa Eropa mengalami kejatuhan menyusul aksi jual yang dilakukan oleh para penjudi di lantai bursa. Indeks FTSE 100 merosot 1,53%, Indeks Paris CAC 40 turun 1,23%, Indeks DAF 30 Frankfurt turun 0,6%, Euro Stoxx 50 turun 0,98%.

Sementara itu bursa Asia Pasifik mengalami pukulan yang cukup kuat. Indeks Nikei Jepang 225 turun 2%, Indeks S&P/ASX 200 Australia turun 1,1%, Indeks Kospi Korea Selatan turun 1,4%. Indeks Weighted Price Taiwan anjlok 1,5%, Indeks Straits Times Singapura turun 1,3%, dan NZX-50 Selandia Baru turun 1,3%. Indeks Hang Seng Hong Kong jatuh 1,4%, Indeks Gabungan Shanghai anjlok 1,5%, Indeks Gabungan KLSE Malaysia turun 1,5%, sedangkan IHSG Jakarta tertekan 0,2%.

Kerontokan bursa saham dunia terjadi menyusul laporan tentang akan terjadinya kehancuran pasar global (Global Market Crash). Surat kabar Inggris Telegraph (19/6/2008) memberitakan peringatan analis Royal Bank of Scotland (RBS) bahwa bursa global akan mengalami goncangan dalam tiga bulan ke depan sebagai akibat tingginya tingkat inflasi dunia. Analis senior Royal Bank of Scotland, Bob Janjuah mengatakan “sebuah periode yang sangat buruk akan segera menghampiri kita, bersiaplah.”

Secara rasional, dentuman inflasi di seluruh dunia menyebabkan pelemahan daya beli masyarakat internasional. Penurunan sisi demand menyebabkan anjloknya pendapatan perusahaan-perusahaan besar yang tercatat (listing) di bursa efek sehingga kondisi ini memicu aksi jual para “penjudi berdasi” di bursa efek untuk menghindari kerugian yang lebih besar. (more…)

Seorang Bocah Pelempar Kerikil

Ada seorang bocah yang tiap hari duduk di pinggir jalan. Pekerjaannya adalah tiap ada yang lewat jalan tersebut akan dia lempar dengan sebutir kerikil.

Pertama-tama ada seorang lelaki yang melewati jalan itu. Pandangannya sayu, wajahnya nampak sangat lelah dan seperti banyak masalah. Tiba-tiba si bocah yang duduk di pinggir jalan melempari lelaki tadi dengan kerikil. Lalu tiba-tiba si lelaki marah, menunjuk-nunjuk ke arah si anak sembari memaki-maki. Setelah agak lama, si lelaki menjadi lebih tenang..namun mukanya kembali sayu, wajahnya kembali memperlihatkan keletihan. Ia pun berjalan pergi.
(more…)

Published in:  on July 9, 2008 at 3:29 pm Comments (5)
Tags: ,

Keberadaan Sang Pencipta

Naas memang, bila di tengah-tengah keberadaan alam semesta yang sempurna ini kita masih mempertanyakan adanya pencipta. Sangat aneh dan tidak masuk di akal, seakan akan menjadi sebuah peryataan yang dipaksakan bila kita mengatakan tidak ada pencipta dibalik semuanya ini. Namun justru itu masih sering terjadi, banyak orang masih mempertanyakan keberadaan sang pencipta dan lebih menyedihkannya lagi hal itu terjadi di lingkungan akademisi dan ilmuwan yang harusnya lebih tunduk dan memahami kemahabesaranannya.

Beberapa bulan yang lalu, saya mengikuti suatu forum diskusi maya yang mengetengahkan sebuah thread berjudul “Tuhan”. Thread tersebut mempertanyakan mengenai keberadaan tuhan. Ada atau tidak ada, berbagai anggapan bermunculan dari yang mengatakan ada dengan alasan keberadaan alam semesta yang luar biasa teratur ini tidak mungkin ada dengan sendirinya sampai pendapat yang mengatakan bahwa Tuhan itu tidak ada dan alam semesta tercipta dengan sendirinya.

(more…)

Kerapuhan Pasar Modal, Salah Satu Bukti Kecacatan Kapitalisme

Sebab-sebab Kegoncangan Pasar Modal Menurut Hukum Islam

Judul Buku : Sebab-sebab Kegoncangan Pasar Modal Menurut Hukum Islam

Penerbit : Pustaka Thariqul Izzah

Dikeluarkan Oleh : Hizbut Tahrir

Penerjemah : M Shiddiq Al-Jawi

Dimensi : (15,2 x 10,6) cm

Tebal : 63 Halaman

Walaupun terbilang buku saku, isi didalamnya sangatlah padat. Gaya penulisan dan penterjemahan yang cukup tepat membuat buku ini sangat enak untuk dibaca.

(more…)