Kerapuhan Pasar Modal, Salah Satu Bukti Kecacatan Kapitalisme

Sebab-sebab Kegoncangan Pasar Modal Menurut Hukum Islam

Judul Buku : Sebab-sebab Kegoncangan Pasar Modal Menurut Hukum Islam

Penerbit : Pustaka Thariqul Izzah

Dikeluarkan Oleh : Hizbut Tahrir

Penerjemah : M Shiddiq Al-Jawi

Dimensi : (15,2 x 10,6) cm

Tebal : 63 Halaman

Walaupun terbilang buku saku, isi didalamnya sangatlah padat. Gaya penulisan dan penterjemahan yang cukup tepat membuat buku ini sangat enak untuk dibaca.

(more…)

……..Keberadaan mereka akhirnya didedikasikan hanya demi ideologi, demi dakwah dan untuk melakukan tugas-tugas yang telah ditetapkan………….

……….membersihkan orang-orang yang disentuhnya dan membentuk menjadi orang-orang yang ikhlas, sampai-sampai sekalipun ia tidak ingin ikhlas, ia tidak akan mampu untuk tidak ikhlas……………………..

…..Fikrahnya bagaikan percikan api dari busi, perasaan pengikutnya yang penuh kesadaran bagaikan bensin, dan manusia yang perasaannya terpengaruh oleh fikrah adalah bagaikan gerakan motor……………..

………Ledakan api setelah adanya pembakaran perasaan dan pemikiran…………
keinginan kuat, semangat dan kejujuran dalam dakwah…………..

………….membakar kerusakan dan menjadi cahaya perbaikan….

…hingga saat yang dijanjikan…………………….

.Khilafah Rasyidah Ala Minhajin Nubuwwah…Hingga hari kiamat menjelang tiba…

(At Takatul Al Hizbiy dengan sedikit perubahan oleh Syauqi Aatiq)
Published in: on June 27, 2008 at 6:45 pm Comments (4)

AQIDAH YANG MEMUASKAN AKAL DAN SESUAI DENGAN FITRAH MANUSIA

Pendahuluan

Akal adalah perangkat terpenting yang dimiliki oleh manusia. Dengan akal manusia mampu berfikir, dan dengan berfikir manusia bisa menentukan sikap dan tindakannya. Pemikiran (fikroh) atau pengetahuan yang masuk pada diri seseorang kemudian difikirkan dan akhirnya menjadi suatu pemahaman yang berhubungan erat dengan sikap dan tindakan. Jadi Pemahaman (mafhum) seseorang terhadap sesuatu akan menentukan sikap dan tindakannya terhadap sesuatu.

Fikroh yang sudah menjadi mafhum ini merupakan kunci jatuh bangunnya seseorang atau ummat.
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum, sebelum kaum itu mengubah keadaannya sendiri.”(QS. Ar-Ra’d : 11)

Adapun fikroh yang mampu membawa diri atau ummat untuk bangkit adalah fikroh yang mendasar, yaitu fikroh menyeluruh yang langsung mempertanyakan posisi manusia di alam semesta ini dan langsung menjawab problematika utama yang ada pada diri manusia, yaitu pertanyaan-pertanyaan yang dibawa sejak lahir. Darimana aku? Untuk apa aku lahir ke dunia? Dan akan kemana aku setelah mati? (more…)

Menyoal Kesejahteraan Masyarakat

Gemuruh tangis warga di sekitar rumah Daeng Basse (45 tahun), isteri Basrie, Makassar, Sulawesi Selatan, seolah memecah kesunyian dan kebisingan kota. Seorang ibu yang sedang hamil muda dan seorang putranya berusia 5 tahun tergolek lemas tak bernyawa. Peristiwa yang diawali dengan kelaparan selama tiga hari berakhir dengan berjuta kesedihan. Lagi dan lagi tragedi kemiskinan merengut jiwa-jiwa anak bangsa. Entah sampai kapan episode kemiskinan, termasuk segudang masalah yang mengitarinya akan berakhir. Apakah kisah ini sebagai bukti telah terpotongnya syaraf kepedulian antar sesama manusia ataukah ini buah dari sikap arogansi kekuasaan yang menguliti nilai-nilai suci arti sebuah nyawa manusia?

Kisah diatas bukanlah kisah yang pertama kita dengar. Tahun lalu 58 orang meninggal di pemukiman Yahukimo di Papua karena kurangnya makanan. Lalu ada satu keluarga yang meninggal dengan meminum racun serangga dikarenakan tidak mampu lagi mencari makan. Juga kisah-kisah lain yang tidak kalah tragisnya terjadi di negeri ini yang mencerminkan betapa kesejahteraan masyarakat di negeri tidak merata secara adil sebab di tengah keterpurukan episode-episode kemiskinan di negara ini, Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR berencana untuk merenovasi 495 rumah dinas anggota DPR dengan biaya sekitar Rp 200 juta setiap rumahnya. Tidak hanya itu. Santunan sebesar Rp 13 juta perbulan juga akan diberikan kepada setiap wakil rakyat untuk mengontrak rumah selama proses renovasi.

Selain itu, peningkatan kekayaan yang dramatis dari Aburizal Bakrie dan keluarganya hingga senilai 5,4 miliar dolar AS (hampir Rp 50 triliun) tahun ini atau naik dari 1,2 miliar dolar AS pada tahun 2006 (Pikiran Rakyat, 14/12/2007). Pada saat yang sama, bencana Lumpur di Sidoarjo dijadikan kondisi bencana Nasional sehingga memuluskan PT. Lapindo Brantas (pemegang saham terbesarnya adalah Aburizal Bakrie) untuk lepas tanggung jawab dan melimpahkan semuanya pada pemerintah.

Kemiskinan di Indonesia

Bila kita berkaca kepada data, selama tahun 2007, kondisi kesejahteraan rakyat Indonesia secara umum masih memprihatinkan. Jumlah rakyat miskin masih cukup banyak, dan tidak mengalami perubahan secara signifikan meski berbagai usaha telah dilakukan. Malah menurut BPS, jumlah rakyat miskin di tahun 2006 meningkat menjadi 39,05 juta orang dari tahun sebelumnya yang berjumlah 35 juta orang. Di tahun 2007, meski pemerintah melalui BPS mengumumkan jumlah penduduk miskin turun menjadi 37,17 juta orang atau 16,58 persen dari total penduduk Indonesia selama periode bulan Maret 2006 sampai dengan Maret 2007, tapi Bank Dunia menyatakan jumlah penduduk miskin di Indonesia tetap di atas 100 juta orang atau 42,6%. Ini didasarkan pada perhitungan penduduk yang hidup dengan penghasilan di bawah USD 2/hari/orang, dari jumlah penduduk Indonesia 232,9 juta orang pada 2007 dan 236,4 juta orang pada 2008. [Radar Banten 5/03/2008]

Apa sebenarnya yang menjadi penyebab kemiskinan di negara ini? Bila dilihat dari sudut pandang permsalahan yang terjadi kita dapat menyimpulkan bahwa kemiskinan yang terjadi dikarenakan beberapa faktor: (more…)

Titik Noda Kapitalisme

Pada kuartal pertama tahun ini, kita dikejutkan dengan berkobarnya laju inflasi Indonesia yang tak terkendali. Laju inflasi yang tadinya ditargetkan hanya 6,5% pada keseluruhan tahun 2008, saat ini telah mencapai hampir 3,41% untuk periode Januari-Maret saja. Padahal kita belum memasuki musim-musim tertentu yang akan memicu kenaikan inflasi seperti pada bulan puasa menjelang lebaran serta Natal dan Tahun Baru (mediaindonesia.com, 28 April 2008).

Apabila kita cermati secara umum, inflasi dapat dibagi berdasarkan penyebab terjadinya. Pertama, inflasi akibat permintaan barang dan jasa yang yang lebih besar dari pasokan yang ada sehingga terjadi kenaikan jumlah uang yang beredar di masyarakat sehingga dapat memicu jumlah produksi perusahaan yang menyebabkan keuntungannya bertambah namun secara bertahap akan membuat harga-harga barang lain dan upah tenaga kerja semakin naik dan kemampuan beli masyarakat turun.

Kedua, adanya kenaikan biaya produksi. Pendorong paling besar terhadap kenaikan biaya produksi adalah proporsi upah tenaga kerja yang dinaikkan. Karenanya inflasi jenis ini terjadi akibat adanya peningkatan upah tenaga kerja. Sering kita saksikan harga-harga secara nasional akan naik apabila terjadi kenaikan gaji PNS dan harga secara lokal akan naik apabila ada kenaikan UMR.

Ketiga adalah akibat biaya impor yang naik. Harga pangan dunia yang semakin meroket belakangan ini berimbas pada negara-negara pengimpor bahan pangan. (more…)