Seorang Bocah Pelempar Kerikil

Ada seorang bocah yang tiap hari duduk di pinggir jalan. Pekerjaannya adalah tiap ada yang lewat jalan tersebut akan dia lempar dengan sebutir kerikil.

Pertama-tama ada seorang lelaki yang melewati jalan itu. Pandangannya sayu, wajahnya nampak sangat lelah dan seperti banyak masalah. Tiba-tiba si bocah yang duduk di pinggir jalan melempari lelaki tadi dengan kerikil. Lalu tiba-tiba si lelaki marah, menunjuk-nunjuk ke arah si anak sembari memaki-maki. Setelah agak lama, si lelaki menjadi lebih tenang..namun mukanya kembali sayu, wajahnya kembali memperlihatkan keletihan. Ia pun berjalan pergi.

Kemudian ada seorang bapak yang melewati jalan itu, si bocah lalu melempari si bapak dengan kerikil. Tanpa dinyana si bapak tiba-tiba murka, berlari mengejar si bocah yang sedang duduk di pinggir jalan. Maka kejar-kejaran pun terjadi, namun di bocah dapat lari dengan selamat. Si Bapak yang dilempari kerikil pun hanya bisa mengumpat si bocah dengan napas terengah-engah. Lalu ia pun melanjutkan perjalanannya.

Setelah agak lama si bocah pelempar kerikil pun datang lagi dan duduk-duduk lagi di pinggir jalan, mencoba mencari lagi mangsa untuk dilempar kerikil saat tiba-tiba seorang pemuda lewat. Matanya awas melihat ke depan. Si bocah lalu kembali melempar kerikil ke si pemuda tersbut. Tepat mengenai bahunya, tetapi anehnya si pemuda tersebut nampak mengacuhkan lemparan kerikil si bocah. Merasa diacuhkan si bocah kembali memungut kerikil dan melempari si pemuda tadi. Tepat mengena di kepalanya, tetapi tetap saja di pemuda tadi nampak mengacuhkan lemparan kerikil si bocah. Ia pun tetap melaju dengan kepala tegak dan mata yang fokus melihat jalan….

Kawan………ada banyak hal-hal kecil yang tak terhitung banyaknya di dunia ini yang mampu menghabiskan semua energi kita bila kita ladeni. Tiap hari bisa saja kita disibukkan oleh sesuatu yang sebenarnya sepele dan tidak pantas untuk kita menyibukkan diri di dalamnya.

Kawan…………… bukankah kita memiliki sebuah tujuan dan misi dalam hidup kita? bukankah kita punya rasa kerinduan yang sama terhadap jannah-Nya. Yang disana kita bisa mendapatkan apapun yang kita inginkan

..Di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan (TQS Fushilat:31)

Bahwasanya orang-orang yang telah ada untuk mereka ketetapan yang baik dari Kami, mereka itu dijauhkan dari neraka, mereka tidak mendengar sedikitpun suara api neraka, dan mereka kekal dalam menikmati apa yang diingini oleh mereka (TQS Al-Anbiya:101-102)

Lalu lupakah kita dengan janji Rasul-Nya………
………Kemudian akan datang kekhilafahan berdasarkan manhaj kenabian..(HR Ahmad)
Masih banyak yang harus kita kerjakan kawan…..Masih besar tujuan yang harus kita raih. Dan Jalannya tersebut akan menghabiskan banyak tenaga dan energi kita. Kuatkan keinginan kita untuk bisa mewujudkan Janji Rasulullah tersebut. Karena jika kita menjadi salah satu penegak Sistem Islam di muka bumi ini, maka setiap ada kemashlahatan yang terjadi karenanya akan mengalir pahala pada kita. Setiap ada penegakan hukum, baik itu hudud atau jinayah yang membawa kebaikan ke tengah umat maka ada pahala mengalir untuk kita. Setiap harta yang dizakatkan, minyak bumi yang dikeluarkan dan pelayanan publik yang membawa kemakmuran, ada pahala kita disana.

Masihkah kita tidak rindu karenanya?

Published in: on July 9, 2008 at 3:29 pm Comments (5)
Tags: ,

The URI to TrackBack this entry is: http://kertaskuning.wordpress.com/2008/07/09/seorang-bocah-pelempar-kerikil/trackback/

RSS feed for comments on this post.

5 Comments Leave a comment.

  1. hufff….

    saya baru sadar..
    saya hanya memperhatikan “kerikil” itu..
    padahal banyak “batu besar” yang harus saya loncati..

  2. Salam kepada megadon yang telah bersedia berkunjung di blog saya yang sederhana ini, semoga kita masih tetap saling bersilaturahmi antar blog ya :D…..

    Saya juga sering tidak memperhatikan apa sebenarnya batu besar yang harus saya ambil….

    Terkadang lemparan-lemparan kerikil itu seakan menjadi batu besar, tetapi justru disanalah kenikmatan untuk berjuang itu…..

    Saat kita sadar kita punya “batu besar” maka pada saat itulah kita tidak akan merasakan lemparan2 kerikil….

  3. saya mo bikin tulisan mo kutip cerita ini. boleh ya? nuhun.

  4. iya…. setuju sekali. Kita kadang terlalu memikirkan kerikil kecil itu. Saya sangat setuju. Ada kisah lainnya di film dr.pich–nulisnya betul atw salah ya–. Kalau mau lihat atau sudah lihat, insya Allah bagus.

  5. Umm.. bagaimana kita membedakan mana yang kerikil mana yang batu besar.. :?:

    Dengan mengetahui batu besar kita itu apa


Leave a Comment