<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Comments for Kertaskuning's Weblog</title>
	<atom:link href="http://kertaskuning.wordpress.com/comments/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kertaskuning.wordpress.com</link>
	<description>Hanya ada satu jalan menuju Roma............Khilafah!</description>
	<lastBuildDate>Sun, 20 Jul 2008 07:57:07 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Comment on Seorang Bocah Pelempar Kerikil by zuhair</title>
		<link>http://kertaskuning.wordpress.com/2008/07/09/seorang-bocah-pelempar-kerikil/#comment-59</link>
		<dc:creator>zuhair</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 20 Jul 2008 07:57:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://kertaskuning.wordpress.com/2008/07/09/seorang-bocah-pelempar-kerikil/#comment-59</guid>
		<description>Umm.. bagaimana kita membedakan mana yang kerikil mana yang batu besar.. :?:
&lt;blockquote&gt;&lt;em&gt;Dengan mengetahui batu besar kita itu apa&lt;/em&gt;&lt;/blockquote&gt;

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Umm.. bagaimana kita membedakan mana yang kerikil mana yang batu besar.. :?:</p>
<blockquote><p><em>Dengan mengetahui batu besar kita itu apa</em></p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Seorang Bocah Pelempar Kerikil by razorleaf</title>
		<link>http://kertaskuning.wordpress.com/2008/07/09/seorang-bocah-pelempar-kerikil/#comment-57</link>
		<dc:creator>razorleaf</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Jul 2008 23:12:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://kertaskuning.wordpress.com/2008/07/09/seorang-bocah-pelempar-kerikil/#comment-57</guid>
		<description>iya.... setuju sekali. Kita kadang terlalu memikirkan kerikil kecil itu. Saya sangat setuju. Ada kisah lainnya di film dr.pich--nulisnya betul atw salah ya--. Kalau mau lihat atau sudah lihat, insya Allah bagus.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>iya&#8230;. setuju sekali. Kita kadang terlalu memikirkan kerikil kecil itu. Saya sangat setuju. Ada kisah lainnya di film dr.pich&#8211;nulisnya betul atw salah ya&#8211;. Kalau mau lihat atau sudah lihat, insya Allah bagus.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Keberadaan Sang Pencipta by schlachthausabattoir</title>
		<link>http://kertaskuning.wordpress.com/2008/07/05/keberadaan-sang-pencipta/#comment-54</link>
		<dc:creator>schlachthausabattoir</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 11 Jul 2008 16:01:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://kertaskuning.wordpress.com/2008/07/05/keberadaan-sang-pencipta/#comment-54</guid>
		<description>abah2 saha??

apa motivasi orang menalar alam semesta?? ya buat hidup.. kenapa buat hidup harus menalar alam semesta?? karena hidup kita berada dalam aspek ontologi, aksiologi dan epistemologi alam semesta..

nah sekarang kalo yang dinalar Tuhan dulu.. lah kok tiba2 kesana?? darimana kita mendapatkan semiotika Tuhan?? bagaimana bisa turunan deduktif atau induktif hidup kita tiba2 ke Tuhan?? bukankah itu kesesatan berpikir? harusnya kan yang langsung dalam penalaran kita.. Alam semesta..

btw.. Uqdatul Qubra itu adalah bagian penalaran alam semesta itu sendiri.. jangan salah nangkep.. membuat pertanyaan itu mikir, artinya ya menalar..

pertama2 orang dewasa, terus menalar alam semesta, ada uqdatul qubra, ada Tuhan.. kalo akang khan malah, uqdatul qubra, Tuhan, alam semesta, Tuhan lagi.. eh iya enggak??

motivasi menalar alam semesta adalah untuk mengetahui predikat dan objek hidup.. ngapain kalo motivasinya mencari Tuhan?? nda penting banget?!!

maksud ane ga penting mencari Tuhan adalah secara proses kita ga tahu kaitan kemanusiaan dengan Tuhan.. yang kita butuhkan bukan Tuhan.. tapi kemanusiaan.. kenapa?? ya karena kita manusia.. bagaimana kemanusiaan harus berjalan?? dengan penalaran alam semesta kita akan mendapatkan jawabannya yaitu dari Ketuhanan..

buat ilustrasi.. semiotika ana mengenai mencari Tuhan itu adalah mencari ilmu tentang Tuhan.. dalam kehidupan manusia, itu sama sekali ga penting.. Tuhan ya Tuhan ajah.. yang kita perlukan adalah bagaimana kita harus hidup.. Jika misalnya tuhan itu ada tapi tidak punya perintah apapun kepada manusia, tidak berkehendak apapun kepada manusia.. maka kita ga perlu lagi mengungkit2 Tuhan.. ga penting banget.. kalo kenyataan misalnya seperti itu maka hidup kita bakal sesuai dengan cara orang2 sekuler sekarang..

jadi inilah maksud ana ga penting mencari Tuhan itu.. soalnya cuman kayak orang2 filsafat, atau sufi, yang nda jelas2 ituh.. yang kita butuhkan adalah kemanusiaan, baik hal2 yang rasional maupun suprarasional..

&lt;blockquote&gt;&lt;em&gt;Tampaknya memang tidak berbeda pandangan kita itu. Saya dan irfan juga memang seperti ini maksudnya, atau Abah menangkap lain yang kita jelaskan? Terima kasih sudah berkunjung, semoga masih tetap bisa bersilaturahmi&lt;/em&gt;&lt;/blockquote&gt;

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>abah2 saha??</p>
<p>apa motivasi orang menalar alam semesta?? ya buat hidup.. kenapa buat hidup harus menalar alam semesta?? karena hidup kita berada dalam aspek ontologi, aksiologi dan epistemologi alam semesta..</p>
<p>nah sekarang kalo yang dinalar Tuhan dulu.. lah kok tiba2 kesana?? darimana kita mendapatkan semiotika Tuhan?? bagaimana bisa turunan deduktif atau induktif hidup kita tiba2 ke Tuhan?? bukankah itu kesesatan berpikir? harusnya kan yang langsung dalam penalaran kita.. Alam semesta..</p>
<p>btw.. Uqdatul Qubra itu adalah bagian penalaran alam semesta itu sendiri.. jangan salah nangkep.. membuat pertanyaan itu mikir, artinya ya menalar..</p>
<p>pertama2 orang dewasa, terus menalar alam semesta, ada uqdatul qubra, ada Tuhan.. kalo akang khan malah, uqdatul qubra, Tuhan, alam semesta, Tuhan lagi.. eh iya enggak??</p>
<p>motivasi menalar alam semesta adalah untuk mengetahui predikat dan objek hidup.. ngapain kalo motivasinya mencari Tuhan?? nda penting banget?!!</p>
<p>maksud ane ga penting mencari Tuhan adalah secara proses kita ga tahu kaitan kemanusiaan dengan Tuhan.. yang kita butuhkan bukan Tuhan.. tapi kemanusiaan.. kenapa?? ya karena kita manusia.. bagaimana kemanusiaan harus berjalan?? dengan penalaran alam semesta kita akan mendapatkan jawabannya yaitu dari Ketuhanan..</p>
<p>buat ilustrasi.. semiotika ana mengenai mencari Tuhan itu adalah mencari ilmu tentang Tuhan.. dalam kehidupan manusia, itu sama sekali ga penting.. Tuhan ya Tuhan ajah.. yang kita perlukan adalah bagaimana kita harus hidup.. Jika misalnya tuhan itu ada tapi tidak punya perintah apapun kepada manusia, tidak berkehendak apapun kepada manusia.. maka kita ga perlu lagi mengungkit2 Tuhan.. ga penting banget.. kalo kenyataan misalnya seperti itu maka hidup kita bakal sesuai dengan cara orang2 sekuler sekarang..</p>
<p>jadi inilah maksud ana ga penting mencari Tuhan itu.. soalnya cuman kayak orang2 filsafat, atau sufi, yang nda jelas2 ituh.. yang kita butuhkan adalah kemanusiaan, baik hal2 yang rasional maupun suprarasional..</p>
<blockquote><p><em>Tampaknya memang tidak berbeda pandangan kita itu. Saya dan irfan juga memang seperti ini maksudnya, atau Abah menangkap lain yang kita jelaskan? Terima kasih sudah berkunjung, semoga masih tetap bisa bersilaturahmi</em></p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Keberadaan Sang Pencipta by irfan</title>
		<link>http://kertaskuning.wordpress.com/2008/07/05/keberadaan-sang-pencipta/#comment-52</link>
		<dc:creator>irfan</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 11 Jul 2008 13:46:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://kertaskuning.wordpress.com/2008/07/05/keberadaan-sang-pencipta/#comment-52</guid>
		<description>bukan gitu, maksudnya apa motivasi orang menalar semesta. nggak ada kecuali mencari tuhan. jadi maksud saya orang mencari tuhan dulu baru menalar alam semesta. kayaknya disitu yang beda dengan uki, dia menalar semesta dulu baru menemukan tuhan.

&lt;blockquote&gt;&lt;em&gt;Menalar alam semesta itu justru untuk mencari jawaban Uqdatul Kubra. Mencari apa sebenanrya kehidupan, manusia dan alam semesta ini. Dan setelah ditelaah barulah kesampaian bahwa dibalik semua jawabannya adalah Tuhan. Tetapi tidak perlu diperpanjang lagi deh, dah jelas kok..hehe..&lt;/em&gt;&lt;/blockquote&gt;

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>bukan gitu, maksudnya apa motivasi orang menalar semesta. nggak ada kecuali mencari tuhan. jadi maksud saya orang mencari tuhan dulu baru menalar alam semesta. kayaknya disitu yang beda dengan uki, dia menalar semesta dulu baru menemukan tuhan.</p>
<blockquote><p><em>Menalar alam semesta itu justru untuk mencari jawaban Uqdatul Kubra. Mencari apa sebenanrya kehidupan, manusia dan alam semesta ini. Dan setelah ditelaah barulah kesampaian bahwa dibalik semua jawabannya adalah Tuhan. Tetapi tidak perlu diperpanjang lagi deh, dah jelas kok..hehe..</em></p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Seorang Bocah Pelempar Kerikil by irfan</title>
		<link>http://kertaskuning.wordpress.com/2008/07/09/seorang-bocah-pelempar-kerikil/#comment-51</link>
		<dc:creator>irfan</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 11 Jul 2008 13:43:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://kertaskuning.wordpress.com/2008/07/09/seorang-bocah-pelempar-kerikil/#comment-51</guid>
		<description>saya mo bikin tulisan mo kutip cerita ini. boleh ya? nuhun.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya mo bikin tulisan mo kutip cerita ini. boleh ya? nuhun.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
